Adalah dana yang dibentuk untuk membiayai pengeluaran rutin
perusahaan dan jumlahnya relatif kecil.
Metode pencatatan Kas Kecil dibagi menjadi:
- Sistem dana tetap (imprest fund system)
- Sistem dana berfluktuasi (fluctuating fund system)
Sistem dana tetap
Pembentukan dana kas kecil: Kasir kas kecil diberikan
sejumlah uang. Pada saat kas kecil hampir habis kasir kas kecil membuat laporan
penggunaan dana untuk keperluan pengisian kembali dana kas kecil. Pengisian
dana kas kecil selalu sebesar pengeluaran yang telah dilakukan. Jadi besarnya
dana kas kecil selalu sama/tetap.
Contoh Kasus:
Pada tanggal 1 Desember PT. FATA membentuk dana kas kecil
sebesar Rp. 250.000. Berikut di bawah ini daftar perincian dana kas kecil:
Jurnal yang dibuat
Dimisalkan pada 31 Desember tidak dilakukan pengisian
kembali, dan hasil kas opname menunjukkan informasi yang sama dengan contoh di
atas, maka:
Pencatatan dilakukan dengan segera setelah terjadi
pengeluaran kas kecil, tidak ditangguhkan sampai dengan saat pengisian kembali
dana kas kecil. Akun kas kecil pada dasarnya harus menunjukkan saldo sebesar
jumlah dana kas kecil yang ada di kasir kas kecil.
Sistem dana berfluktuasi
Pada sistem ini akun kas kecil dipakai untuk mencatat
transaksi yang mempengaruhi jumlah kas kecil, diantaranya:
- Pembentukan dana kas kecil
- Penggunaan/pengeluaran dana kas kecil
- Pengisian dana kas kecil
- Penambahan dana kas kecil, maupun
- Pengurangan/penarikan kembali dana kas kecil.
Pencatatan dilakukan dengan segera setelah terjadi pengeluaran
kas kecil, tidak ditangguhkan sampai dengan saat pengisian kembali dana kas
kecil (seperti pada sistem dana tetap). Akun kas kecil pada dasarnya harus
menunjukkan saldo pada setiap saat sebesar jumlah dana kas kecil yang ada di
kasir kas kecil.
- See more at:
http://keuanganlsm.com/pembentukan-dana-kas-kecil-petty-cash/#sthash.g3mlsjfm.dpuf
0 komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Telah berkunjung, silahkan tinggal komentar